Thank you!

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown ...

Minimal Design

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown ...

Download high quality wordpress themes at top-wordpress.net

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown ...

Easy to use theme admin panel

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown ...

Ketika Sebulir Jeruk Menjadi Tak Halal

February 15th, 2010

Dalam sebuah kesempatan belanja rutin bulanan keluarga kecil saya beberapa waktu lalu saya menyadari, betapa mudahnya zat-zat haram mengancam keluarga saya.

Pada waktu itu, seperti biasa saya dan istri mengajak kedua putri kembar kami yang masih balita mengunjungi sebuah pasar swalayan baru di dekat rumah kami. Kedua putri saya nampak bersemangat setiap kali diajak berbelanja di awal bulan. Kami pun dengan segera menyelesaikan urusan belanja kami di swalayan yang cukup besar itu.

Setelah semua kebutuhan bulanan telah kami masukkan ke keranjang belanjaan, istri saya mengajak kedua putri saya menuju tempat buah segar, sementara saya tidak mengikuti mereka bertiga, karena masih ada barang yang harus saya cari. Tidak jauh dari tempat buah-buahan saya mendapatkan apa yang saya cari, maka saya segera kembali menuju istri dan anak-anak yang sedang berada di dekat rak “jeruk shantang” yang berukuran kecil.

Melihat jeruk yang berukuran mini itu, anak bungsu saya tertarik. Tanpa sepengetahuan umminya, anak saya yang sedang berdiri di dalam keranjang belanjaan langsung mencomot sebutir jeruk dari atas rak dan mulai mengoyak kulitnya sedikit demi sedikit. Saya yang dari jauh mengamati aksi anak saya tersebut tiba-tiba merasa ada yang tidak beres. Seketika itu secara spontan saya meneriaki istri saya, sembari memberi isyarat agar jeruk yang dipegang anak saya itu tidak sampai masuk ke mulutnya.

Jeruk itu belum ditimbang! Itulah masalah utamanya..!!

Saya tak bisa membayangkan, segigit jeruk yang belum ditimbang akan menjadi komponen haram dalam daging putri kecil saya itu. Ya, jeruk yang dimakan dalam swalayan, tanpa ditimbang tentunya tidak akan masuk ke dalam jumlah yang kita bayar di kasir, berarti jeruk itu sebenarnya masih milik swalayan – bukan sampel untuk dicoba – yang dimakan oleh putri saya tanpa membayar..!!

Untungnya saya bisa mencegah hal itu terjadi, akhirnya istri saya membawa jeruk yang sudah terkelupas kulitnya tersebut bersama beberapa jeruk yang lain ke tempatt penimbangan. Setelah petugas penimbang memberikan label harga pada sekantong jeruk tadi, barulah si bungsu saya izinkan untuk melanjutkan memakan jeruk yang diinginkannya, walaupun belum kami bayar ke kasir – namun sudah ada label harga yang harus dibayar ke kasir.

Sepulang dari kejadian di swalayan itu, masih ada yang mengganjal di hati saya. Kulit jeruk yang dikupas oleh anak saya tadi, tidak ikut tertimbang…! Saya hanya berdoa, semoga kulit yang tak tertimbang tadi tidak sampai mempengaruhi harga yang tertera di label, seandainya kulit itu ikut tertimbang…

Mari kita jaga keluarga kita dari tumbuhnya daging haram sekecil apapun…

2/5/10 ba’da subuh (masrizky.wordpress.com)

Berobat dengan Bahan Haram

July 22nd, 2009

pyschoactive_drugsDaging paha kodok sering “diresepkan” orang dari mulut ke mulut untuk anak yang sering sesak nafas dan asma. Sementara orang lain yang menderita diabetes harus disuntik dengan insulin yang berasal dari babi. Bolehkah berobat atau memperkuat daya tahan tubuh dengan bahan-bahan yang haram?

Sebagai seorang Muslim, kita terikat oleh aturan halal dan haram dalam memilih makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Aturan-aturan itu termaktub dalam Alquran dan hadis serta fatwa-fatwa ulama. Makanan dan minuman di sini tentunya juga termasuk obat-obatan yang diminum atau dimakan.

Dalam kondisi tertentu, yaitu dalam keadaan terpaksa atau darurat, kita memang diperkenankan untuk mengkonsumsi barang haram. Misalnya dalam suatu daerah tidak ditemukan makanan lain selain babi, maka daging babi itu bisa menjadi halal dimakan. Definisi darurat dalam pandangan fikih adalah suatu keadaan jika tidak makan bahan tersebut maka resikonya adalah mati.

Obat versus darurat
Kondisi darurat ini sering menjadi perdebatan yang cukup panjang dalam hal kesehatan atau memilih obat-obatan. Apakah berobat dengan bahan haram merupakan suatu keadaan darurat, ataukah masih bisa dicarikan jalan keluar lain yang menggunakan bahan halal?

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Setiap penyakit pasti ada obatnya, kecuali penyakit pikun.” Dalam kaidah fikih juga disebutkan bahwa Allah tidak akan menurunkan obat terhadap suatu penyakit yang berasal dari yang haram. Kedua hal tersebut memberikan keyakinan kepada kita bahwa sebenarnya setiap penyakit yang diberikan Allah kepada manusia pasti disertai dengan jalan keluarnya atau disediakan obatnya.

Masalahnya, kadang manusia tidak tahu obat tersebut. Saat ini banyak penyakit-penyakit baru bermunculan sebagai akibat dari perbuatan manusia yang belum ditemukan obatnya.

Penelitian dan penemuan baru di dunia kedokteran ini banyak dilakukan oleh orang-orang non Muslim. Mereka memanfaatkan apa saja yang bisa digunakan, tanpa mempedulikan aspek halal dan haram. Ambil contoh penyakit diabetes yang terjadi akibat ketidakmampuan seseorang untuk memproduksi enzim insulin yang berasal dari babi. Ketika hal itu sudah terjadi, barulah umat Islam ribut, bolehkah menggunakan insulin dari babi tersebut?

Kasus yang sama juga terjadi pada penggunaan kapsul. Banyak sekali obat-obatan yang dibungkus dengan kapsul dari gelatin. Kita tahu bahwa gelatin ini ada yang berasal dari sapi, banyak pula yang dari babi. Sekali lagi, penemuan kapsul inipun dilakukan oleh para ahli Barat yang tidak mempertimbangkan aspek halal dan haram.

Mencari alternatif

Kalau kondisinya sudah demikian memang serba sulit. Kita berada pada posisi buah simalakama. Digunakan terbentur pada masalah haram, tidak digunakan nyawa terancam. Dalam hal demikian bisa saja kondisi darurat digunakan untuk menyelamatkan nyawa, sebab kalau tidak dipakai insulin tersebut maka nyawa pasien bisa terancam.

Namun perlu disadari bahwa darurat demikian mestinya bersifat jangka pendek. Dalam jangka panjang, menjadi tantangan dan kewajiban kita untuk bisa menemukan alternatif pengganti insulin babi yang bisa digunakan oleh para penderita diabetes.

Dengan keyakinan dan iman, kita yakin bahwa pasti ada alternatif obat yang berasal dari bahan halal. Riset ini sudah dimulai di New Zealand dan Malaysia dengan melibatkan banyak pakar Muslim yang mencoba mencari insulin dari sapi atau sumber lain yang halal.

Demikian juga dengan obat-obatan yang lain, mestinya penelitian dan pengembangan obat dimulai dengan batasan nilai yang sesuai dengan ajaran Islam. Artinya hanya bahan-bahan yang halal sajalah yang dikaji untuk dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Dengan demikian tidak ada masalah di kemudian hari ketika obat itu sudah bisa digunakan. Anda para ilmuwan Muslim, silakan berlomba-lomba dalam kebaikan di medan ini. Ir Nur Wahid MSi, auditor LPPOM MUI (republika)

Haram, Kosmetik dari Sodium Heparin dan Plasenta

January 13th, 2010

Kosmetik, bagi kaum wanita, telah menjadi bagian hidup kesehariannya. Kosmetik mereka pakai untuk mempercantik diri dan merawat kecantikan itu agar tak lekas pudar. Tak jarang, berbagai produk dicoba demi mencapai tujuannya meski terkadang mereka abai terhadap bahan baku kosmetik itu sendiri.Bagi Muslimah tentu tak hanya fungsi kosmetik yang mesti mereka pikirkan. Namun, wanita Muslimah juga harus memperhatikan kehalalan bahan baku kosmetik yang mereka gunakan.

Pasalnya, semakin maju teknologi semakin banyak pula alternatif bahan baku kosmetik yang digunakan. Ambil contoh, sodium heparin. Ia adalah mukopolisarida tersulfatasi yang banyak terdapat dalam jaringan mamalia. Bahan itu memiliki sejumlah fungsi, di antaranya adalah antiinflamasi, pengaturan lipid darah, maupun antitrombosis.

Tak ayal jika bahan ini digunakan secara luas dalam terapi klinis. Keterangan lain dinyatakan oleh Staf Pengajar Teknologi Pangan dan Gizi, IPB, Anton Apriyantono, sodium heparin bisanya juga digunakan sebagai salah satu obat yang diperlukan untuk mencegah penggumpalan darah. Karena itu, sodium heparin banyak digunakan sebagai terapi pada penderita dengan serangan jantung. Namun, yang harus diperhatikan adalah bahwa sumber pembuatan sodium heparin terbuat dari Babi.

”Namun karena biasanya obat-obatan yang berkaitan dengan pengobatan jantung selalu dengan resep dokter, maka konsumen Muslim bisa meminta kepada dokter resep obat yang tidak mengandung sodium heparin,” kata pria yang kini menjadi dosen tamu Program Food Science and Technology di National University of Singapore ini.

Seperti dilansir situs Jurnal Halal MUI, penggunaan sodium heparin juga mulai bergeser pada dunia kosmetik. Karena bahan ini memiliki efek perawatan pada kulit, memperbaiki sirkulasi dan meningkatkan suplai gizi serta meningkatkan ekskresi sisa metabolisme.

Dalam dunia kosmetik, sodium heparin merupakan salah satu bahan dalam pembuatan cream untuk nutrisi kulit, cream untuk sekitar mata, produk-produk anti acne atau jerawat dan juga hair tonic. Hal yang mesti dicermati, khususnya bagi Muslimah, adalah asal usul sodium heparin itu sendiri.

Sodium heparin yang telah diproduksi secara komersial ternyata berasal dari jaringan mukosa (permukaan bagian dalam usus) babi. Produk ini memang banyak diproduksi di Cina, kemudian diekspor terutama ke Amerika Serikat dan Eropa. Meski demikian, konsumen Muslim harus waspada dengan produk kosmetik impor yang mengandung bahan sodium heparin.

Bahan lain yang patut dicermati dalam pembuatan kosmetik adalah plasenta. Plasenta atau ari-ari ini merupakan organ manusia yang berfungsi sebagai media nutrisi untuk embrio yang ada dalam kandungan. Ia memiliki bobot seberat 600 gram berdiameter 16-18 cm, dan mengandung 200 ml darah yang mengisi jaringan seperti spon.

Selama berfungsi sebagai sumber kehidupan, embrio plasenta kaya akan kandungan darah dan juga protein seperti albumin, hormon seperti estrogen dan substansi lain seperti asam deoxy ribonukleat dan asam ribonukleat. Semula plasenta memang digunakan dalam bidang farmasi, karena organ ini memiliki fungsi yang luas. Di antaranya adalah untuk menyembuhkan cacar bawaan, terapi kanker, kehilangan protein akut melalui luka bakar, infeksi bakteri yang berulang dan serius serta menginitis.

Dalam pembuatan kosmetik, ekstrak plasenta merupakan sumber protein biologis yang bisa berasal dari hewan maupun manusia. Biasanya ia menjadi bahan baku krem regenerasi untuk memperbaiki elastisitas kulit dan mencegah degenerasi sel. Dengan demikian, plasenta diaplikasikan sebagai faktor eksogenik untuk menstimulir regenerasi sel, sehingga menghasilkan fungsi kulit yang diingin kan, yaitu kulit muda belia.

Produk-produk yang juga mengandung ekstrak plasenta yang ditemukan di pasar antara lain sabun mandi, lotion, perawatan kulit, dan juga bedak. Kosemtika itu dijual bebas dengan harga yang cukup mahal. Misalnya saja untuk lotion yang hanya berisi enam ampul dijual dengan harga Rp 60.000 per bungkus. Harga ini sangat bervariasi di berbagai tempat penjualan.

Seiring dengan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan kulit yang cantik dan menawan, produk-produk berplasenta akan semakin digemari. Harga mahal tidak terlalu masalah. Tetapi tanpa informasi yang memadai kepada konsumen, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan terjebak kepada produk-produk yang sebenarnya najis dan dilarang agama.

Preparat kosmetik yang menggunakan plasenta atau turunannya tidak jelas sumber plasenta yang digunakan, apakah berasal dari plasenta manusia atau hewan. Keduanya memiliki permasalahan yang sama ditinjau dari sudut kehalalan.Ditinjau dari sudut farmasi dan kosmetik, plasenta mungkin memiliki khasiat-khasiat yang signifikan. Tetapi, apapun khasiatnya, kalau bahan itu tidak halal tetap saja haram. Lepas dari manfaat dan mudhorot, dasar pijakan umat Islam adalah halal dan haram.

Penulis : fer
REPUBLIKA – 23 Januari 2004

Mencoba mencari Makna sesungguhnya..


Hanya Membandingkan?
Aku terus mencoba mengartikan maksud kata-kata itu ..terus berusaha mencoba mengerti apa maksud sesungguhnya..
Sosialnya tinggi?
Ungkapan ini juga terus mengusik pikiranku..sosial tinggi yang bagaimana yang dimaksudkan..sosial tinggi yang bagaimana yang diinginkan,,apa ukuran orang dikatakan sosialnya tinggi?apakah lewat setatusnya kah?..
Yang bagaimana yang dimaksudkannya..
Tidak bermaksud begitu?
Lalu apa maksudnya?..
Mencoba mencari kesempurnaan yang sunnguh tidak ada yang sempurna didunia ini..
Bukan bermaksud mengungkit hanya mencoba terus memaknai setiap apa yang terjadi dalam hidupku..
agar hikmah dan pembelajaran hidup tidak jadi sia-sia.
Sebagai bahan pertimbangan untuk kedepannya.
Sebagai acuan untuk melangkah agar tidak salah langkah lagi.
Cinta seperti apakah yang dipunya..
seperti apakah diri memaknai cinta..

Teringat pesan sahabat :
Jangan kau mencinta karena manusia..
Karena suatu saat nanti kau pasti kecewa..
Suatu saat nanti kau bisa terluka..
Tapi mencintalah karena Allah..
Agar kekal karena Allah yang akan menjaganya..

Selalu Ada Jalan.. Tenanglah..


“Setiap Kesulitan pasti selalu ada jalan keluarnya”.
Kata-kata seperti ini memang sering kita dengar, bahkan kadang kita terkesan meremehkan kata-kata itu saat ujian kesulitan menghampiri.”Ah..basi.kamu ngga merasakan apa yang aku alami sih..”.mungkin itu salah satu tanggapan dalam hati yang muncul saat ada orang yang berusaha membantu menyemangati lewat kalimat bijak itu. Itu karena hati kita terlanjur terpuruk oleh kesulitan yang sedang kita hadapi.Tapi sungguh itu nyata, setiap kesuliatan selalu ada jalan keluar, Pasti dan yakinlah pada yang Maha Penolong.
Saat kita benar-benar buntu mengahadapi masalah, benar-benar Allah selalu memberi pertolongan..Ada saja jalan yang Allah tunjukkan buat kita..Dan memang kebanyakan, kengerian-kengerian yang kita khawatirkan itu seringnya tidak menjadi kenyataan.
Sungguh aku merasakannya sendiri..
Allah maha mengetahui mana yang terbaik buat kita dan akan memberikan apa yang kita butuhkan. Bersabar atas semuanya itu yang harus kita lakukan.
Dan memang kesabaran selalu berakhir dengan indah.
Ketika kita merasa bahwa kita tidak beruntung, padahal sesungguhnya itu adalah keberuntungan buat kita, karena memang Allah selalu mempersiapkan sesuatu yang terindah dan terbaik buat kita.
Pernah aku merasakan tidak beruntung ketika ternyata harapan tidak sesuai dengan kenyataan.Padahal saat itu aku yakin sekali bahwa harapan itu bakalan terwujud nyata..
Tapi Allah berkehendak lain. Sebelum lulus aku ditawari untuk menjadi instruktur disalah satu cabang tempat aku kuliah. Saat itu benar-benar harapan yang aku yakin akan terwujud nyata karena pimpinan yang langsung meberikan tawaran. Bayangan bahwa setelah lulus kuliah langsung kerja begitu terasa nyata. Saat itu aku merasa sangat beruntung sekali, ketika kuliah diberi kepercayaan menjadi assisten dosen dan ketika mau lulus ada jaminan langsung jadi instruktur. Karena memang menjadi pengajar itu adalah cita-citaku sejak kecil. Itu adalah bidang yang sangat aku minati.Ada keindahan tersendiri buatku.
Tapi apa yang terjadi?
Allah ternyata berkehendak lain..Allah memberi aku waktu untuk menyandang status pengangguran. Saat itu aku merasa semua mimpiku hanya tinggal jadi mimpi. Kecewa dan merasa terpuruk, kerena terlanjur sudah melayang tinggi ternyata harus jatuh lagi ke tanah..hehe..Dan yang membuat aku semakin terpuruk karena aku sempet melewatkan tawaran mengajar disalah satu instansi pendidikan didaerahku demi menjadi instruktur di instansi tempatku kuliah. Terbesit dalam pikiranku coba aku terima saja mungkin tidak akan menjadi pengangguran begini. Tapi justru penyesalan seperti itu yang akan membuat kita semakin terpuruk.
Memang sudah jalannya harus begini..
Benar-benar hari-hari yang ku lalui saat menjadi pengangguran terasa membosankan. Ditambah lagi saat itu, justru orang yang menurutku mampu menjadi penyemangatku begitu acuh dan terkesan begitu banyak berubah sikapnya padaku. Entah karena apa, padahal sebelumnya dia bagitu baik dan perhatian padaku. Apa karena dia tidak bisa menerima kondisiku yang saat itu? Tapi apakah sedangkal itu dia memaknai semua diantara kami..Ah entah lah?Banyak masalah yang terjadi saat itu. Dan sangat menyesakkan dada. Itu membuatku merasa semakin terpuruk dengan kondisiku saat itu. Tapi bersyukur saat itu aku mendapat semangat dan pencerahan dari orang-orang yang begitu peduli dan begitu menyemangatiku. Teringat kata-kata bijaknya saat itu yang sungguh membangkitkan semangatku “ Sabarlah, anggap saja Allah sedang memberikan dispensasi waktu agar kamu bisa menikmati waktu luang, ada waktu buat keluarga, buat adik-adikmu..dan yakinlah apa yang menjadi hakmu akan Allah berikan untukmu juga, Riskimu tidak akan diambil orang lain. Tetaplah berfikir positif dan optimis”. Luar biasa kata-kata itu telah mampu meberikan energi positif buatku. (buat dia:Terima kasih atas nasihat dan semangatnya, selamanya akan aku ingat kebaikanmu. Semoga Allah juga memberikan kebaikan untukmu.amin).
Setelah itu aku berusaha memanfaatkan waktuku sebaik mungkin. Aku tidak ingin merugi hanya mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi. Aku juga tidak ingin otakku ikut-ikutan nganggur.Aku menganggap ya memang ini adalah anugrah Allah dan kesempatan baik agar aku bisa lebih dekat dengan ortuku n adik-adiku yang masih kecil-kecil. Aku lalui hari- hariku dengan membantu pekerjaan rumah tangga ibu, belajar bikin kue n masak, mengajari adiku yang masih TK membaca dan berhitung, membacakan dongeng saat dia akan tidur, bahkan yang paling berkesan saat itu anak-anak kecil temen2 adiku juga senang pengen dibantu belajar membaca sama aku. Bahagianya aku karena bisa memberi kenyamanan sama mereka. Hari minggu aku luangkan waktu untuk anak-anak yang deket rumah yang mau belajar komputer dirumahku. Rumahku memang terbiasa ramai oleh anak-anak. Sejak aku masih kecil rumahku terbiasa buat basecamp kegiatan-kegiatan anak didesaku. Perpustakaan sama studio mini anak-anak.
Allhamdulillah ada kebahagian tersendiri yang kudapat dari mereka. Selama kuliah aku jarang bisa pulang, karena kesibukanku saat itu. Paling pulang kalau ada libur panjang saja, bisa sampe 2 atau 3 bulan tidak pulang. Ya memang terasa benar Allah sedang memberikan dispensasi waktu untukku. Alhamdulillah,
Maka Nikmat Allah Manakah Yang engkau dustakan?
Bagaimanapun aku tetap menginginkan mengubah setatusku yang pengangguran, waktu itu aku mau cari-cari pkerjaan tapi kondisinya ijazah belum keluar. Mau melanjutkan kuliah belum bisa.
Hari itu ketika aku sedang merasakan kebuntuan harus bagaimana lagi. Aku menangis dalam peraduanku padaNya. Terasa sudah tidak bisa lagi menikmati menjadi pengangguran. Aku ingin segera bekerja pikirku. Ingin segera mengamalkan ilmu yang telah ku dapat dibangku kuliah..aku tidak ingin kuliahku sia-sia. Bagaimana dengan pandangan lingkungan kalau aku terus menganggur?
Luar biasa bahagianya sekaligus terharu..saat itu juga, saat dimana aku sudah benar-benar jenuh dengan setatusku Allah memberikan sesuatu kabar yang indah buatku.
Ternyata memang benar-benar Allah telah mempersiapkan yang terindah dibalik semua ini..Sujud syukurku padaMu saat itu sambil meneteskan airmata bahagia..
Semua itu terjadi ketika aku dapet informasi tawaran dari KC tempat ku kuliah untuk menjadi instruktur di cabang baru yang memang instansi tempatku kuliah sedang membuka beberapa cabang baru dibeberapa kota.
Inikah buah dari kesabaran..walau sesungguhnya aku masih merasa kurang sabar, tapi Allah maha baik pada hambanya. Memang benar nasehat sahabatku bahwa apa yang menjadi haku pasti akan diberikan juga. Dan Allah sesungguhnya sedang memberikan keberuntungan saat aku mnjadi pengangguran, setidaknya selama beberapa bulan aku bisa menikmati kebersamaanku dengan keluarga.
Terima kasih ya Allah akhirnya Engkau mengabulkan impiaku ini..
Dan kini aku telah menggapai mimpiku yang satu ini. Alhamdulillah..
Terimakasih buat orang-orang terdekatku yang selama ini selalu menyemangatiku, mendoakanku,,buat ortu n adik2ku..aku sayang banget sama kalian..Semoga Allah slalu memberikan kebaikan untuk kalian..amin.Buat dia sahabatku terima kasih, kau selalu ada dan mau berbagi dalm kondisi apapun. Terima kasih atas semangatnya sahabat..Semoga ksuksesan untukkmu juga.amin.

“… Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui”.
(QS. Al-Baqarah 216)

Bahagia itu ada


Aku Katakan Kepada Hatiku jika kesusahan datang menyerbumu bergembiralah, karena kebanyakan hal yang menakutkan itu tidak menjadi kenyataan..

Seseorang hanya dapat meraih bahagia dalam dirinya sendiri. Sejauh yang dapat ia lakukan hanyalah mencari petunjuk jalan yang paling baik untuk bisa sampai kepadanya.
Jalan ini menuntut untuk bersikap jujur, berani, bertanggung jawab, dan menghiasi diri dengan akhlak terpuji.
Sebelum segala sesuatunya terjadi, sebaiknya kita memiliki perasaan yang hidup dan sensitif. Sebab bahagia itu bukan dongeng, melainkan realita yang jelas dan dapat dinikmati oleh orang banyak.
Lalu...???
Kita dapat menikmati bahagia jika mau memetik faedah dari berbagai eksperimen kita, dan kita jadikan pengalaman yang telah kita peroleh dari kehidupan ini sebagai sarana yang membantu kita untuk meraihnya..Anggaplah semua yang kita temui dalam perjalanan hidup kita sebagai kendaraan yang mengantarkan kita menuju bahagia..amin..

Bukankah sering kita melihat orang yang dirundung kesedihan tapi sesudah itu datanglah kebahagiaan mengiringinya..
Ibarat malam yang sudah terlalu larut maka sebentar lagi akan datang pagi dengan cahayanya yang terang menyinari..
amin..semoga ya Rahman..

Special for..
Jiwaku.. “Jika Cintamu sungguh-sungguh segalanya akan menjadi mudah” Untuk semua yang telah lewat, biarlah menjadi pengalaman tersendiri buat kita untuk meraih kebahagiaan..yang terpenting adalah bagaimana kita sekarang dan selanjutnya..Selamat Bahagia..
De percaya....Senyum..
.

Memang Siapa Diriku..?


Bila Teringat akan peristiwa itu..


“Sakit...tidak terima dan sangat tidak terima aku diperlakukan seburuk itu..
Walau bagaimanapun kejadian pahit itu akan selamanya tetap membekas dihatiku..ibarat lubang bekas paku.bahkan sampai mati akan terus teringat ...
Aku merasa tidak pantas diperlakukan seperti itu..dikhianati kepercayaanku padanya, dibohongi dan lain sebagainya..Dia telah mendzalimiku selama ini..Kenapa dia sebegitu jahatnya padaku..sebegitu teganya padaku..kenapa????”

Astaghfrirullah..
Ya Rahman..apa yang telah aku katakan?
Memang siapa diriku?
Sesempurna apakah diriku?
Sebaik apakah diriku?
Hingga diriku merasa tidak pantas dikecewakan atau dijahati..Aku bukan siapa-siapa, aku teramat jauh dari sempurna..
Bahkan Manusia semulia, Sesempurna dan seagung Rasulullah Saw pun pernah mendapat perlakuan buruk bahkan mungkin jauh lebih buruk dari yang aku alami saat ini..Tapi bagaimana cara Rasulullah menyikapinya?
Subhanallah..Sungguh Rasul teladan terbaik umat..
Begitulah hidup. Adakalanya kita harus mengalami sesuatu yang pahit. Apapun yang terjadi itulah yang terbaik buat aku meski aku harus sedih, kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil.
Ya Illahi Rabb..maafkan aku jika aku telah memanganggap diriku lebih..padahal belum tentu dihadapanMu..
aku malu padaMu ya Karrim.

Aku Diriku yang sedang berusaha menjadi lebih berharga lagi..Amin Ya Allah..